Peternakan unggas dengan belasan ribu ayam dan itik di SMKN 1 Trucuk, Klaten, Jawa Tengah, sama sekali tidak mengganggu kenyamanan proses belajar-mengajar. Bau kotoran unggas yang biasanya menjadi persoalan peternak dapat diatasi sekolah kejuruan yang berbasis pada program keahlian pertanian dan peternakan ini.
Di SMKN 1 Trucuk, tumpukan kotoran ayam diatasi dengan memanfaatkan serbuk gergaji. Sekolah menjadikan serbuk gergaji yang difermentasi selama sebulan sebagai produk penghilang bau bermerek Bau-Go, maksudnya agar bau pergi.
Djuriono, Penanggung jawab laboratorium Produksi Ternak SMKN 1 Trucuk, memaparkan, dulu saat sekolah mengembangkan peternakan unggas dengan 1.500 ayam petelur dengan kandang berjarak sekitar 10 meter dari ruang kelas, baunya mengganggu kenyamanan belajar. "Bahkan ada guru yang muntah karena tidak tahan bau kotoran ayam. Karena itu, kami tertantang untuk mengatasi bau kotoran ayam," katanya. Djuriono menuturkan, awalnya, sekolah mengatasi bau dengan membiakkan anak kecoa. Namun, cara ini membutuhkan waktu enam bulan. "Akhirnya, saya mencoba dengan memanfaatkan serbuk gergaji yang difermentasi. Ternyata berhasil. Bau-Go yang disebarkan di atas kotoran unggas bisa menyerap bau tidak sedap. Produk Bau-Go mulai dikenal peternak sekitar," ujar Djuriono, pemenang pertama lomba inovasi di Klaten.
[caption id="" align="aligncenter" width="640"]
[sociallocker]Keinginan untuk mengembangkan peternakan unggas yang ramah lingkungan mendorong guru dan siswa agrobisnis ternak unggas SMKN 1 Trucuk terus berinovasi. Setelah mengatasi bau kotoran ayam, tebersit untuk memanfaatkan kotoran ayam sebagai pupuk.
Kotoran ayam yang terkumpul hingga puluhan kilogram difermentasi dengan mikroba dan Kotoran ayam yang terkumpul hingga puluhan kilogam difermentasi dengan mikroba dan tetes tebu. Hasilnya menjadi campuran pakan itik sehingga menghemat biaya pakan hingga 30 persen. Selain itu, darah ayam difermentasi untuk pupuk organik.
Sekolah mendesain kandang secara modern untuk memudahkan pekerjaan. Sebanyak 1.500 ayam petelur ditaruh di kandang bertingkat dalam rak besi dengan lebar 3 meter dan panjang 30 meter. Di sepanjang rak ayam ada pipa untuk mengalirkan air minum ayam secara otomatis. Di bagian tengah kandang dipasangi rel untuk memudahkan pembagian pakan ayam. Petugas cukup membawa pakan dalam kereta dorong kecil sepanjang rel. Kereta sekaligus jadi tempat telur ayam yang dipanen. Tiap hari bisa diproduksi 70 kilogram telur.
Sekolah juga mengembangkan kandang tertutup dan bertingkat untuk ayam pedaging dengan kapasitas 10.000 ekor. Seluruh dinding kandang ditutup dengan terpal. Ada pengatur suhu otomatis sehingga ayam tidak kepanasan atau kedinginan.
Dengan cara yang dikem bangkan sekolah, anggapan beternak unggas itu jorok, bau, dan tidak sehat perlahan sirna di kalangan siswa SMKN 1 Trucuk. "Sekolah bisa menjadi tempat belajar petani dan peternak tradisional untuk mengembangkan usahanya. Hal ini bisa membuat orang tua percaya bahwa sekolah pertanian dan peternakan tidak kalah menjanjikan dibandingkan dengan otomotif atau jurusan lain," kata Budi Sasangka, Kepala SMKN 1 Trucuk.
Jaka Mursriyanta, Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat dan Industri, mengatakan, permintaan tenaga kerja di bidang pertanian dan peternakan meningkat. ”Tidak sulit buat lulusan peternakan dan. pertanian mendapat pekerjaan. Siswa kami sudah diminta untuk perkebunan di Australia, Kanada, dan Jepang," ujar Jaka Tri Wahyudi (17), siswa kelas XII agobisnis ternak unggas, mengembangkan peternakan unggas di rumah. "Saya belajar banyak mengelola unggas. Saya sudah mulai di rumah dengan 20 ayam dan 6 angsa. Kalau sudah besar dijual untuk tambahan modal," kata Tri.
Kandang ayam di SMKN 1 Trucuk, Klaten, didesain secara modern. Sebanyak 1.500 ayam petelur ditaruh di kandang bertingkat pada rak besi. Di sepanjang rak ayam ada pipa untuk mengalirkan air minum secara otomatis.
Olahan daging
Peternakan unggas yang cukup berkembang di SMKN 1 Trucuk semakin bertambah nilai ekonomisnya dengan pemanfaatan olahan daging. Guru dan siswa program keahlian kimia industri memanfaatkan potensi ayam pedaging dan petelur serta sapi untuk diolah menjadi nugget dan sosis daging.
Dalam seminggu, sekolah memproduksi 16-20 kilogram nugget yang dikemas 1 ons sampai 1 kilogam. Para siswa diajarkan untuk memasarkan. Produk nugget dan sosis SMKN 1 Trucuk dibuat tanpa bahan pengawet dan bisa tahan tiga bulan di ruang pembeku lemari es," kata Berta Agustin, Penanggung Jawab Teaching Factory Kimia Industri.
Saat ini, sekolah merambah pembuatan keripik salak dan pisang. Sekolah juga siap mengembangkan produk tinta untuk white board, setidaknya untuk kebutuhan sekolah. Menurut Berta, sekolah rutin mendatangkan narasumber ahli dari berbagai perusahaan untuk membuka wawasan siswa, misalnya tentang pembuatan hiasan dari akrilik dan detergen pembersih lantai.
Bibit tanaman
Sementara itu, progam keahlian agrobisnis tanaman pangan dan hortikultura serta agrobisnis pembibitan dan kultur SMKN_1 Trucuk sering digandeng LSM atau perusahaan sebagai penyedia bibit untuk dibagikan kepada ke petani atau program-penghijauan. Peluang ini menjadi sarana praktik siswa. Para siswa dilibatkan untuk menyediakan bibit tanaman keras, seperti pohon sengon, jati, dan mahoni, serta tanaman buah-buahan, seperti mangga dan rambutan.
Yoyo Gandi Setiawan, Kepala Program Agobisnis Tanaman Produksi, mengatakan, sekolah juga mengembangkan bisnis tanaman hias yang diminati pedagang bunga.
Untuk program otomotif, sekolah ini digandeng dalam perakitan mobil Esemka, kata Sutrisno, Kepala Program Otomotif.[/sociallocker]
Salam,
ReplyDeleteSaya berminat atas informasi Bau Go untuk menghilangkan Bau di peternakan ayam. Bagaimana cara mendapatkannya?
Selain boleh saya diberikan informasi mengenai kandang ayam ? bentuk & cara membuatnya.
Terimakasih atas perhatian&bantuannya.
Salam,
Don
Assalamu’alaikum wr wb...
DeleteBismillahirrahamaninrahim...
senang sekali saya bisa menulis
dan berbagi kepada teman2 melalui tempat ini,
sebelumnya dulu saya adalah seorang pengusaha dibidang property rumah tangga
dan mencapai kesuksesan yang luar biasa, mobil rumah dan fasilitas lain sudah saya miliki,
namun namanya cobaan saya sangat percaya kepada semua orang,
hingga suaatu saat saya ditipu dengan teman saya sendiri dan membawa semua yang saya punya,
akhirnya saya menanggung hutang ke pelanggan-pelanggan saya totalnya 470 juta dan di bank totalnya 600 juta ,
saya sudah stress dan hampir bunuh diri anak saya 3 orang masih sekolah di smp / sma dan juga anak sememtarah kuliah,tapi suami saya pergi entah kemana dan meninggalkan saya dan anaka-naknya ditengah tagihan hutang yang menumpuk,
demi makan sehari hari saya terpaksa jual nasi bungkus keliling dan kue,
ditengah himpitan ekonomi seperti ini saya bertemu dengan seorang teman
dan bercerita kepadanya, alhamdulilah beliau memberikan saran kepada saya.
dulu katanya dia juga seperti saya setelah bergabung dengan PROGRAM DANA GAIB hidupnya kembali sukses,
awalnya saya ragu dan tidak percaya tapi selama satu hari saya berpikir
dan melihat langsung hasilnya, saya akhirnya bergabung dan mengunjungi website www.danagaib.xtgem.com
semua petunjuk Bpk Kiyai saya ikuti dan hanya 2 hari astagfirullahallazim,
alhamdulilah demi allah dan anak saya,
akhirnya 5m yang saya minta benar benar ada di tangan saya,
semua utang saya lunas dan sisanya buat modal usaha,
kini saya kembali sukses terimaksih Kiyai saya tidak akan melupakan jasa aki.
jika teman teman berminat, yakin dan percaya insya allah,
saya sudah buktikan demi allah silahkan kunjungi webiste www.danagaib.xtgem.com atau lansung KLIK DISINI